Madu Untuk Luka Diabetes Bisa Mencegah Amputasi

Madu Untuk Luka Diabetes - Akudiabetes.com,- Menurut Drs Mochamad Chandra Widjaja, MM madu berbeda dengan gula, meskipun pada madu juga terkandung glukosa dan fruktosa yang sama-sama ada dalam gula. Namun ternyata pada madu berbeda dengan yang ada pada gula tebu. Perbedaanya adalah glukosa dan sukrosa yang terdapat pada madu itu terpisah sedangkan pada gula tebu menyatu. Dengan berpisahnya kedua jenis gula ini mengakibatkan waktu yang dibutuhkan tubuh untuk meresap lebih lama dan lebih efektif.

madu untuk luka diabetes

Madu Untuk Luka Diabetes

Secara medis, Madu membutuhkan insulin lebih sedikit serta kandungan indeks glikemiknya lebih rendah dari pada gula tebu. Madu memiliki kandungan karbohidrat yang kompleks sehingga sulit untuk dipecah, akhirnya kadar glukosa dalam darah tidak cepat naik, tidak seperti mengkonsumsi gula biasa. Pada gula biasa glukosa dan fruktosanya menempel menjadi satu berubah menjadi sukrosa, selain itu pada gula tebu biasa juga, susunan karbohidratnya sangat rendah sehingga mudah hancur. Kehancurannya tidak sebanding dengan produksi atau kinerja insulin. yang akibatnya kadar gula menjadi tinggi secara drastis, dan memperparah kondisi diabetes si pasien.

Meskipun demikian, mengkonsumsi madu berlebihan sangat tidak baik bagi penderita  diabetes khususnya bagi yang memiliki luka sudah parah. Hati-hati juga jika mengkonsumsi madu, jangan sampai mengkonsumsi madu yang di campur gula, madu yang tidak berpengaruh terhadap diabetes itu madu asli tanpa campuran apapun. Jika madu sudah ada campurannya tentu sangat berbahaya. Sebelum mengonsumsinya, pastikan bahwa madu tersebut benar-benar asli.

Madu Mampu Mencegah Penderitanya di amputasi. Karena khasiat madu yang begitu tinggi. Tidak heran jika madu bisa mencegah luka diabetes memburuk sehingga tidak kena vonis amputasi. Caranya adalah dengan cara menambahkan sedikit madu asli pada luka atau borok akibat diabetes, kemudian balut secara rapih. Lakukan hal ini secara rutin, artinya gantilah tiap beberapa waktu sekali, jangan biarkan balutan ini lebih dari 12 jam apalagi seharian penuh, karena bukannya sehat, yang ada malah menjadi tempat nyaman untuk bacteria berkembang biak.

Untuk percobaan pertama kali cobalah amati apakah setelah membalut luka dengan tambahan madu ini lebih baik atau malah lebih buruk, jika lebih baik maka tidak ada salahnya untuk diteruskan, tetapi apabila malah iritasi dan menimbulkan efek yang lebih parah sebaiknya segera dihentikan, karena tidak semua orang cocok dengan pengobatan ini.

Ciri-ciri bahwa luka diabetes anda cocok di obati oleh madu adalah, jika rasa sakit, rasa gatal, dan rasa kesemutan yang biasanya ada menjadi reda atau bahkan hilang itu tandanya anda cocok dengan pengobatan ini. Namun jika malah terjadi iritasi, tambah gatal, dan rasa nyeri tidak hilang, itu artinya anda tidak cocok. Harus di ingat, cara ini tidak instan, tidak bisa sembuh hanya dalam waktu satu bulan, beberapa pasien sembuh setelah membalut luka diabetes ini selama 19 minggu. Untuk itu teruslah tawakal dan berdzikir kepada Alloh S.w.T niscaya akan diberikan kesembuhan secara total. Aamiin.