Luka Diabetes Kering - Gejala dan Tips Pencegahan / Perawatan

Luka Diabetes Kering Gejala dan Pencegahan - Akudiabetes.com,- Salah satu efek dari penyakit diabetes adalah Luka Diabetes Kering. Luka diabetes kering berbeda dengan luka diabetes basah. Meskipun lukanya bisa cepat kering, karena tubuh pendeirta sudah kurus kering jadi bakteria tidak mempunyai cukup sumber makanan untuk berkembang biak, namun tetap saja sama bahayanya dengan diabetes lainnya. Terutama jika tidak segera dilakukan perawatan dan pengobatan.

luka diabetes kering

Luka Diabetes Kering Gejala dan Perawatan

Perlu diketahui bahwa kebanyakan orang menganggap Luka Diabetes Kering ini hal sepele sehingga mereka tidak begitu memperhatikan perawatan dan pengobatannya, alhasil ketika pembuluh darah dan sistem rasak area yang luka rusak, tidak bisa di tolong lagi, kecuali dengan melakukan operasi. Disitulah banyak orang yang menyesal.

Luka Diabetes Kering bisa dialami oleh pasien penderta diabetes tipe-1,tipe-2 dan gestasional. Kadar gula penderita Luka Diabetes Kering biasanya lebih dari 150 mg/dl. Jumlah yang sangat jauh dari batas normal.  Dengan tingginya kadar gula tersebut membuat luka rentan mengalami infeksi. Adanya infeksi dan abses atau nanah pada Luka Diabetes Kering bisa memperlambat penyembuhan. Untuk sembuh memerlukan waktu yang sangat lama bisa sampai menahun. Dengan kadar gula darah yang tinggi dapat membuat sirkulasi darah pada Luka Diabetes Kering terhambat, akhirnya kulit dan daging menjadi kurus dan kering.

Gejala dan masalah yang sering timbul pada penderita Luka Diabetes Kering adalah mati rasa, baik pada zona luka ataupun satu organ tubuh, terjadinya penyempitan pembuluh darah arteri, dan lemahnya imunitas tubuh sehingga tidak heran jika pasien sangat mudah terserang penyakit lain.

Perawatan dan Pencegahan yang dapat dilakukan oleh penderita Luka Diabetes Kering adalah sebagai berikut: rutin membasuh dan mensterilkan luka, hal ini sangat bermanfaat untuk membunuh kuman-kuman penyebab infeksi. Dengan berkurangnya kuman akan menjaga bagian tubuh lain yang masih sehat tidak tertular. Setelah dilakukan pembersihan, lakukanlah pengeringan sampai benar-benar kering, untuk kemudian luka yang menganga tadi di tutup sama kain kassa dan di balut oleh plester agar tidak copot begitu saja, terutama ketika tidur. Dengan menutup luka selain menjauhkan dari penularan baik keorgan diri sendiri ataupun ke orang lain, juga agar Luka Diabetes Kering tersebut tidak menggangu orang lain dengan baunya yang amis dan bentuknya yang menjijikan.

Selain hal diatas, pasien juga perlu untuk selalu menjaga asupan makanan. Usahakan makan makanan yang dianjurkan saja. Lakukan kontrol gula darah setiap 2 jam sehabis makan untuk mengetahui apakah kadar gulanya meningkat atau tidak. Berolahragalah secara teratur, hindari stress, stress dapat memicu hormon yang memperburuk diabetes. Hindari rokok dan minuman beralkohol, lakukan aktivitas fisik secara teratur dan rutin. Melakukan terapi insulin seperti metformin, meglitinides, sulfobilurea, thiazolidinediones, DPP-4 inhibitor, GLT2 inhibitor, GLP-1 receptor agonists, dan terapi insulin lainnya, jika perlu melakukan operasi bariatrik. Lakukanlah semua cara agar anda sembuh. Semoga artikel ini bermanfaat