Luka Diabetes Berakibat Amputasi Benarkah? Apa Penyebabnya?

Luka Diabetes Berakibat Amputasi - Akudiabetes.com,- Bagi para penderita diabetes yang sudah kronis atau parah amputansi merupakan momok yang sangat menyakitkan. Hal ini dilakukan untuk mengamankan area tubuh sekitar luka yang masih sehat. Amputansi sendiri merupakan tindakan pembedahan dengan cara memotong (membuang) bagian tubuh yang sudah rusak (busuk). Pada penderita diabetes biasanya bagian yang sering diamputansi adalah bagian kaki.

luka diabetes berakibat amputasi

Luka Diabetes Berakibat Ampurasi Hati-hatilah

Kaki yang diamputansi biasanya karena mengalami dua komplikasi yaitu rusaknya saraf (neuropati) dan buruknya sirkulasi darah. Neurpati mengakibatkan kaki menjadi mati rasa dan sirkulasi darah yang buruk dapat mengakibatkan bagian kaki mudah luka dan mudah terinfeksi. Selain mudah terinfeksi, kaki dengan sirkulasi darah yang buruk akan mengalami kesulitan untuk penyembuhan diri, sehingga sia-sia saja jika dibiarkan, yang ada malah lebih memperburuk keadaan, namun anda jangan gegabah untuk memutuskan mengamputansi, lakukan dahulu alternatif yang lain sampai mentok. Jadikan amputansi jalan terakhir.

Faktor-faktor utama yang membuat luka diabetes berakibat diamutansi adalah penyakit Arteri perifer (PAD) yaitu aliran darah menuju kaki menjadi sangat sedikit (terhambat). Faktor lainnya adalah adanya infeksi dan ulkus (luka menganga dan bernanah) yang tidak kunjung sembuh, adanya kapalan dan mata ikan, kulit menjadi kering dan pecah-pecah, adanya kelainan pada kuku seperti infeksi, jamur dan borok. Faktor terakhir adalah kaki mengalami bunion dan jari kaku palu akibat melemahnya otot dan hilangnya tonus pada kaki.

Charcot dan aliran darah yang buruk juga menjadi alasan penting dokter untuk anputansi kaki penderita diabetes. Charcot adalah sebuah efek buruk dari hilangnya indera perasa pada kaki, kaki akan anda terus gerakan meskipun sebenarnya tulang-tulang sudah patah, anda tidak akan merasakan sakit sebab saraf sudah rusak. Jika bagian tulang sudah rusak tidak ada alasan lain untuk mempertahankan kaki.

Cara mencegah dan merawat kaki agar tidak di amputansi. Luka diabetes yang dialami harus di rawat sebaik mungkin, jangan biarkan menganga dan menginfeksi bagian yang lain. Salah satunya dengan cara mencuci kaki secara rutin menggunakan cairan infus atau yang sudah diberikan antiseptik. Setelah kaki di cuci harus di lap sampai benar-benar kering, karena luka diabetes yang dibiarkan lembab dapat memperparah keadaan, bahkan bisa membuat daging membusuk. Perhatikan semua suduh kaki, terutama sela-sela jari.

Manfaat dari amputansi ini adalah untuk memperlancar sirkulasi darah yang buruk akibat penyempitan. Dan agar pembuluh dara disekitar area yang luka bisa lebih sehat, karena tersupply oksigen dan nutrisi dengan baik. Selama proses amputansi dokter hanya membuang jaringan yang rusak, pembuluh darah dan tulang yang rusak.

Waktu pemulihan yang dibutuhkan setelah amputansi biasanya lebih dari satu minggu. Tergantung dari parah dan tingkat kesulitannya. Setelah melakukan amputansi biasanya pasien harus melakukan terapi fisik agar bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Semoga artikel ini bermanfaat.