Diabetes Basah, Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Diabetes Basah Penyebab, Gejala dan Pencegahannya - Akudiabetes.com,- Pasien penderita penyakit diabetes basah tampilannya biasa gendut, susah berjalan, tubuhnya rentan mengalami luka dan infeksi terutama pada bagian kaki khususnya telapak dan bagian luar dekat ibu kaki. Infeksi dari luka tersebut sulit untuk kering dan disembuhkan. Jika tidak segera melakukan perawatan akan membuat luka lebih parah hingga beresiko mengalami pembusukan. Jika sudah mengalami pembusukan jalan terakhir adalah dengan amputasi, ampitasi yang dilakukan juga cukup berbahaya sebab luka jahitan bisa menjadi infeksi juga jika tidak dilakukan dengan baik dan benar sesuai standar operasional yang ada.

diabetes basah

Diabetes Basah Penyebab dan Gejalanya

Diabetes basah faktor penyebabnya masih sama saja dengan diabetes yang lain yaitu karena kurang dan atau tidak bekerja hormon insulin yang mengakibatkan kadar gula menjadi meningkat. Namun ada beberapa faktor yang khas lainnya seperti kurangnya istirahat, kurang berolahraga, stress, terlalu banyak minum beralkohol, penggunaan pil kontrasepsi dalam jangka yang panjang, dan obesitas.

Gejala diabetes basah. Penderita sering mengalami lapar dan haus, padahal mereka baru saja makan. Rasa lapar dan haus ini tidak normal. Frekuensi buang air kecil menjadi meningkat. Terjadinya dehidrasi yang mengakibatkan mulut dan bibir menjadi kering. Sakit kepala, kulit terasa gatal-gatal, kaki sering kesemutan dan mengalami mati rasa, saraf lebih sensitif, otot-otot badan menjadi pegal pegal tak menentu dan penglihatan menjadi kabur dengan cepat.

Pencegahan diabetes basah. Tindakan-tindakan yang dapat mencegah terjadinya diabetes basah adalah yang pertama mengontrol kadar gula dalam darah. Angka normalnya adalah 150mg/dl, jika lebih dari itu kita perlu waspada dan segera pergi ke dokter. Melakukan olahraga secara teratur. Pusat kesehatan dunia menyarankan untuk melakukan olahraga selama 2.5 jam tiap minggunya. Menghindari stress dan mendapatkan istirahat yang cukup. Dengan pola hidup seperti ini dapat menurunkan kadar gula dalam darah, sehingga terjauh dari kemungkinan besarter jangkit diabetes basah. Dan pencegahan yang terakhir adalah dengan menjaga pola makan. Hindari makanan dengan kadar karbohidrat dan protein yang sangat tinggi. Sebaiknya perbanyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti sayuran, buah buahan, dan biji-bijian atau kacang -kacangan.

Pengobatan. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. Melakukan olahraga khusus yang di sarankan dokter meskipun kegiatan ini hanya dilakukan sebentar saja  tiap harinya. Hal ini berguna untuk melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Pengobatan yang selanjutnya dengan pemberian asupan nutrisi yang baik dan tepat.

Pengobatan lainnya adalah dengan mengkonsumi obat-obatan, baik obat generik atau obat herbal, asalkan yang tujuannya untuk meningkatkan output insulin oleh pankreas, mengurangi penyerapan karbohidrat dari usus, mengurangi jumlah pelepasan glukosa dari hati dan meningkatkan sensitivitas respon ginjal terhadap insulin.

Langkah terakhir adalah dengan melakukan terapi. Namun ada yang harus diperhatikan jika memilih hal ini, salah satunya adalah keungan untuk membiayai terapi, efek samping setelahnya, kondisi medis pasien seperti tekanan darah tingginya atau kolesterol tinggi. Semoga bermanfaat.